|
Mungkinkah Homeschool Bilingual ?
English
Homeschool bilingual adalah untuk anda yang seperti kami, bilingual dan homeschool. Pada halaman ini saya akan bercerita mengenai :
Apa itu Homeschool Bilingual ? Bilingual atau bilingualisme adalah kemampuan untuk berbicara, berkomunikasi dan memahami 2 bahasa. Bilingualisme lain dengan biliterasi, yang berarti kemampuan untuk membaca dan menulis dalam 2 bahasa. Bilingual adalah kata yang saya gunakan untuk menggambarkan situasi kami. Saya homeschool anak-anak saya dan kami bilingual.
Kenapa bilingual ? Saya dan suami saya bukanlah native English speaker walau pun kami berdua sudah bilingual selama lebih dari 15 tahun. Kami menggunakan bahasa Indonesia di rumah dan kami ingin anak-anak kami menjadi bilingual. Inilah alasan pribadi saa. Kenapa orang secara umum ada yang ingin bilingual ? Saya tidak tahu pastinya, tetapi saya kira bila mereka berada pada situasi seperti kami, maka kemungkinan besar alasan mereka sama dengan kami. Selain itu,
beberapa keuntungan bilingual :
- Bilingual meningkatkan kemampuan otak
- Bilingual menjadikan awet muda
- Orang yang bilingual mempunyai kesempatan kerja lebih luas
- Orang yang bilingual lebih kreatif dan lebih baik dalam memecahkan persoalan yang rumit
- Orang yang bilingual mampu berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan bisa membaca lebih banyak
Kembali ke atas halaman
Kenapa Saya Memilih Homeschool Bilingual ? Saya sudah menuliskan mengenai
alasan saya homeschool
. Jadi sekarang kenapa homeschool bilingual ? Ketika saya pertama kali memutuskan untuk homeschool, saya tidak menyadari kondisi khusus kami. Ketika suatu hari kami sedang belajar alfabet, saya mencoba mengajarkan anak saya membaca. Saya bingung dan baru menyadari bahwa saya tidak tahu cara mengajarkan membaca dalam bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris setelah saya tahu cara membaca. Bagaimana dengan anak-anak kami ? Bisakah kami melakukan homeschool bilingual ? Untungnya, anak-anak saya masih kecil jadi saya belum perlu mengajarkan mereka membaca (dan anak saya belum mau belajar membaca, dia senang sekali menghafalkan alfabet tapi dia belum mau membaca sendiri). Jadi kembali ke pertanyaan, kenapa saya memilih homeschool bilingual ? Akan saya jawab dengan memberikan beberapa skenario yang mungkin terjadi bila anak-anak saya masuk ke sekolah konvensional - Anak-anak cenderung menjadi monolingual
Hampir semua sekolah (di USA) menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Bagi anak kecil, mereka akan sangat mudah menyerap dan mempelajari bahasa tersebut. Dilain pihak, mereka cenderung kehilangan bahasa ibu mereka, bahasa yang mereka gunakan di rumah sebelum mereka masuk sekolah, kecuali bila orangtua menyediakan cukup banyak kesempatan untuk menggunakan bahasa ibu tersebut. Hal ini memerlukan lebih dari sekedar menggunakan bahasa tersebut di rumah. Perlu lebih dari sekedar orangtua. Anak-anak butuh teman dan komunitas yang menggunakan bahasa tersebut secara aktif.Karena bahasa ibu saya adalah bahasa Indonesia (tidak seperti bahasa Spanyol atau Cina yang banyak digunakan orang di USA), maka menjadi susah bagi kami untuk memberikan cukup kesempatan bagi anak-anak untuk menggunakan bahasa Indonesia, untuk mengimbangi penggunaan bahasa Inggris mereka. Banyak anak teman kami yang menjadi monolingual. Anak-anak mereka hanya menggunakan bahasa Inggris. Atau menjadi bilingual pasif, dapat memahami kedua bahasa tapi hanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris. - Anak-anak mungkin menjadi 'malu'
Anak-anak yang tidak bisa berbahasa Inggris mungkin mengalami kesulitan berkomunikasi di sekolah, terutama bila mereka belum pernah menggunakan/mendengar bahasa Inggris sebelumnya. Mereka mungkin menjadi lebih 'malu' karena mereka tidak bisa berteman.Tentu saja hal ini sangat tergantung pada karakter dan personaliti si anak. Tapi untuk saya sendiri, anak saya adalah anak yang sangat pemalu dan dia hanya akan berbicara pada temannya menggunakan bahasa ibunya, dan saya bisa membayangkan bagaimana kecewanya dia bila teman-temannya tidak dapat memahaminya. Untungnya dia lahir di USA dan sudah sering mendengar/menggunakan bahasa Inggris sejak dia lahir. Dia mendengar/menggunakan bahasa tersebut setiap hari, sehingga ketika ada teman-temannya yang juga tidak berbahasa Inggris (bahasa ibu Spanyol, atau Cina, atau yang lainnya), maka mereka serta merta akan sangat dekat dan menggunakan bahasa tubuh/isyarat untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mereka menggunakan bahasa Inggris (menakjubkan bagaimana anak-anak bisa memproses keadaan tersebut dan akhirnya menemukan jalan keluarnya). - Anak-anak mungkin tertinggal dalam hal membaca
Harus dibedakan antara bilingual dan biliterasi karena keduanya menyangkut kemampuan yang berbeda. Anak-anak lebih dulu belajar bahasa oral, mendengar dan mengerti ribuan kata (sampai usia 8 tahun). Hal ini mendului proses membaca sehingga ketika tiba saat mereka membaca, teks yang mereka baca berada pada tingkat lebih rendah dari pengetahuan bahasa oral mereka. Pada proses belajar membaca tersebut, mereka lebih berkonsentrasi pada mengartikan huruf yang tercetak. Setelah mereka dapat membaca, barulah mereka berkonsentrasi untuk mengerti apa yang mereka baca. Pada saat ini (kelas 1 atau 2) kemampuan membaca mereka mulai mencapai tingkat yang sama dengan kemampuan bahasa oral mereka.Bila anak tidak pernah mendengar/menggunakan bahasa kedua dan tiba-tiba dia diajarkan untuk membaca dalam bahasa tersebut sebelum dia bisa membaca dalam bahasa ibunya, dia akan mengalami kesulitan karena kemampuan oralnya dalam bahasa kedua belum berkembang. Pendeknya, bagaimana anak diminta untuk membaca sesuatu yang tidak dimengertinya ? Catatan : Saya percaya bahwa dua poin di atas lebih tertuju kepada anak-anak yang hidup di negara yang tidak berbahasa Inggris, kemudian pindah ke negara yang berbahasa Inggris. Bagi mereka yang tumbuh dalam 2 bahasa dan mendengar/menggunakan kedua bahasa secara bersamaan, anak-anak biasanya tidak menjadi bingung. Bagi anak-anak ini, masalah yang timbul biasanya adalah menjadi monolingual bila ada ketidakseimbangan pada penggunaan kedua bahasa.
Kembali ke atas halaman
Apa yang saya dapat dengan homeschool bilingual - Menjaga agar anak saya tetap bilingual
Anak-anak saya tidak akan masuk sekolah konvensional sehingga mereka tidak harus menggunakan bahasa Inggris. Saya dapat terus menggunakan bahasa Indonesia dan mengajarkan dalam bahasa Indonesia. Saya dapat memastikan bahwa bahasa oralnya berkembang dengan baik dalam bahasa ibunya.- Anak akan bangga dengan identitasnya
Sebagian anak menjadi malu dengan bahasa ibunya, malu bahwa orangtuanya berbicara dengan bahasa Inggris yang berbeda (dengan aksen). Dengan homeschool bilingual anak-anak saya dapat tumbuh tanpa merasa bahwa mereka HARUS berbicara Inggris untuk menemukan jati dirinya.
Apa yang mungkin dikatakan orang lain - Kurang eksposur terhadap bahasa Inggris
Kami tinggal di negara berbahasa Inggris sehingga ini tidaklah menjadi masalah. Mereka mendengar bahasa itu setiap hari, dari TV/radio, sejak saat mereka menapakkan kakinya di luar rumah, tetangga, teman-teman, dll.Kurang eksposur terhadap bahasa Inggris dapat juga terjadi bila anak-anak hanya tinggal di rumah sepanjang hari (BUKAN homeschool). Anak-anak yang melakukakan homeschool bilingual masih tinggal di lingkungan mereka dengan tetangga dan masih akan berinteraksi dengan tetangga mereka (menggunakan bahasa Inggris). Selain itu, anak-anak homeschool berpartisipasi dalam tim olahraga, dalam komunitas mereka atau bersama komunitas homeschool. Lagi-lagi dengan menggunakan bahasa Inggris. Pendeknya, bahasa ibu mereka justru hanya akan digunakan di rumah dan dengan orang-orang yang berbahasa sama. - Anak tidak akan berbahasa Inggris dengan baik (secara akademis)
Setelah anak dapat membaca dalam bahasa ibunya, dia dapat mulai belajar membaca dalam bahasa keduanya. Kemampuan membaca ini sangat mudah ditransfer tanpa perlu mengulangi semua dari awal.Oleh karena itu, setelah anak-anak saya dapa membaca dalam bahasa Inggris, mereka akan dapat mempelajari bahasa akademis. Buku pelajaran dan buku lain dalam bahasa Inggris justru akan lebih banyak daripada buku dalam bahasa ibu mereka (karena situasi kami). Ada juga pilihan untuk mengikuti program homeschool co-op, atau sekolah paruh waktu. Anak dapat berinteraksi dalam kondisi seperti sekolah, menggunakan bahasa akademis. - Kemampuan bahasa mereka mungkin terlambat
Riset telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Untuk anak yang kecil, bisa jadi ada masa dimana mereka hanya mendengar dan tidak berbicara (silent period). Mereka memang memerlukan lebih banyak berpikir untuk menguasai 2 bahasa. Tapi ini bukan berarti perkembangan bahasa mereka terhambat.
Riset mengenai homeschool bilingual
Sitemap | Tentang saya | Kontak | Cari
Hall of Fame | Preschool Theme
|