Pernah dengar balita yang hanya duduk diam saja ? Balita yang tidak sibuk menyentuh dan mengambil semua barang yang ada ?
Anak-anak balita selalu sibuk belajar tentang dunia mereka, dengan cara mereka sendiri. Jadi kenapa homeschool ? Kenapa mesti sekolah ?
Main ! Main ! Main ! Hidup balita selalu dipenuhi dengan bermain. Sebagai orangtua, kita bisa membuat permainan mereka mendidik, tapi hanya jika mereka mau kita 'ajari'. Jangan paksakan balita belajar.
Jadi kenapa homeschool ? Kan sama dengan memaksa anak balita belajar ? Kan lebih baik sekolah karena sekolah kan baru mulai umur 6 ? Kenapa homeschool untuk anak-anak kecil (Early Years Homeschool) ?
Homeschool itu bukan hanya mengeluarkan anak dari sekolah dan mengajarkan mereka di rumah. Homeschool itu lebih berarti pendidikan. Jadi homeschool untuk anak-anak kecil itu mendidik anak-anak di rumah (bukankah kita semua sudah melakukan itu ?)
Sebelum saya menjawab pertanyaan 'kenapa homeschool ?', mungkin anda pernah mendengar orang lain mengatakan jangan homeschool. Kenapa homeschool sih kalau anak-anak jadi tidak bisa bersosialisasi ? Itu hanya mitos !
Baca mitos lengkap dengan faktanya.
Ada banyak alasan orang homeschool. Ini alasan-alasan saya :
- Menanamkan rasa cinta belajar
"Guru di kelas sedang bercerita tentang sawah, gunung, air sungai yang mengalir dan bebek yang berenang. Si anak mendengar bunyi sirene pemadam kebakaran kemudian bertanya kepada gurunya. Sang guru menjawab bahwa itu adalah bunyi sirene pemadam kebakaran, kemudian kembali berbicara mengenai sawah, sungai dan bebek. Si anak masih berpikir tentang suara yang didengarnya tadi. Dia ingin tahu lebih banyak tentang bunyi itu. Tetapi dia harus menunggu sampai guru dan teman-temannya selesai berbicara mengenai sawah, sungai dan bebek."
"Seorang anak tidak bisa membedakan huruf i kecil dan huruf I besar. Teman-temannya di kelas semua bisa. Teman-teman di kelas sudah bisa membaca. Si anak malu untuk bertanya dan mengira bahwa dia bodoh. Sekarang si anak tidak suka membaca."
Tiap anak berbeda. Mereka mempunyai cara belajar masing-masing. Tapi semua anak ingin belajar dan sebagai orangtua kita harus menyadari itu dan menumbuh-kembangkan sifat ingin tahu tersebut. Dengan homeschool, saya percaya bahwa saya mengembangkan rasa ingin tahu tersebut dan memupuk rasa cinta belajar.
Inilah alasan utama saya untuk homeschool. Jika anda membaca buku
"How Children Fail"
tulisan John Holt, maka anda akan terkesima. Apa yang ditulis John Holt benar-benar terjadi dalam proses pendidikan saya.
Bisa dibilang saya termasuk sukses di sekolah. Selalu mendapat ranking di kelas. Namun, saya selalu merasa bahwa saya tidak pintar. Karena walaupun nilai-nilai saya selalu bagus, saya tidak selalu tahu mengenai apa yang dites dalam ulangan-ulangan. Saya selalu rajin belajar, nilai bagus, tapi saya tidak 'tahu' apa-apa.
Terus gimana ? Ya tidak apa-apa. Saya mengikuti arus, sekolah, universitas, sarjana, kerja. Tapi saya tidak menikmati semua itu. Pekerjaan saya sekarang bukanlah sesuatu yang ingin saya lakukan seumur hidup.
Jadi ? Kenapa homeschool ? Karena saya ingin anak-anak saya mencintai proses belajar itu sendiri, dan menikmati belajar. Bukan hanya karena mengejar nilai bagus atau supaya bisa masuk ke universitas nomor satu.
Jika anda tertarik untuk membaca lebih banyak mengenai alasan saya homeschool, silakan baca
tentang saya.
- Anak belajar dengan caranya sendiri-sendiri.
Tiap anak punya cara belajar masing-masing. Sayangnya, sistem pendidikan kita menyama-ratakan cara belajar itu, sehingga ada anak yang di cap 'susah belajar' atau 'nakal', padahal mereka hanya mempunyai cara belajar yang berbeda.
Silakan lihat situs parenting
ini
(dalam bahasa Inggris) untuk melihat presentasi mengenai bagaimana cara belajar yang berbeda pada tiap anak bisa menyebabkan masalah-masalah di sekolah.
- Pengaruh negatif
Anak saya masuk preschool selama hanya 4 bulan tapi banyak sekali pengaruh buruk teman-temannya. Dia mulai meludah sembarangan, memukul, menendang. Jadi kami menghabiskan banyak waktu untuk 'membetulkan' perilaku negatif ini (padahal meludah bukan merupakan kebiasaan jelek bagi si anak yang mencontohkan hal itu, jadi kami tidak bisa menyalahkan si anak tersebut).
Ini baru preschool. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana di SD atau SMP, yang pasti kami tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk membetulkan perilaku-perilaku buruk akibat pengaruh lingkungan.
- Anak spesial
Sistem pendidikan kita mungkin belum bisa menerima/melayani anak-anak dengan kebutuhan spesial, spt ADHD, autis.
Ada sebagian anak yang lambat. Di sekolah si anak mungkin dianggap bodoh, padahal di rumah dia bisa belajar sesuai dengan kemampuannya. Tidak perlu takut ketinggalan teman-temannya, atau tidak perlu menunggu teman-temannya.
- Waktu lebih tersedia untuk konsentrasi pada hal-hal yand disukai anak
Jika anak tertarik pada batu, maka dia bisa menghabiskan sebanyak-banyaknya waktu untuk mempelajari semua jenis batu yang ada.
- Tidak ada batas waktu atau materi
Bisa mencari segala macam informasi mengenai batu, di internet, bertanya kepada yang ahli. Tidak perlu menunggu informasi dari guru mengenai batu.
- Orangtua bisa menemani anak sepanjang hari
Biarkan mereka bermain dan arahkan mereka untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari permainan mereka.
- Tidak ada tekanan dari lingkungan
Tidak ada masalah 'orang lain semua begitu koq'
- Anak-anak bisa berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri, tidak karena teman-temannya di sekolah sudah sampai pada tahap itu
- Anak bilingual
Karena kami bilingual, saya percaya bahwa homeschool adalah yang terbaik bagi kami. Anak-anak kami tidak harus berbahasa Inggris setiap waktu sehingga mereka tidak kehilangan bahasa Indonesia mereka, atau pun menjadi pasif berbahasa Indonesia.
Jadi sekali lagi, kenapa homeschool ? Karena saya ingin anak-anak saya mencintai proses belajar, tidak hanya mengejar nilai. Supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka, tidak mengikuti standar kelas di sekolahnya. Dan alasan pribadi saya, supaya saya bisa selalu bersama mereka.
Sekarang semestinya anda mempunyai lebih banyak lagi pertanyaan mengenai homeschool. Tidak hanya kenapa homeschool, tapi bagaimana homeschool, bisakah saya melakukannya dll. Silakan baca halaman
memulai homeschool
dan bila anda masih ragu, baca
mitos dan fakta homeschool.