Mitos dan fakta homeschool

English


Sebelum anda membaca mengenai mitos dan fakta homeschool, mungkin anda tertarik untuk membaca 'homeschool hall of fame'. Orang-orang tersebut adalah mereka yang mungkin sudah pernah anda dengar (Presiden, ilmuwan, musisi, dll) tapi yang mungkin anda tidak tahu adalah bahwa mereka homeschool.

Berikut beberapa mitos homeschool

Mitos Homeschool : anak-anak homeschool hanya di rumah saja

Fakta :

Anak-anak homeschool tidak sekolah, tapi mereka terlibat dalam berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, les-les, pramuka, musik, dll.

Keluarga homeschool tidak terikat jadwal sekolah sehingga lebih bebas menggunakan waktunya. Mereka bisa liburan kapan saja, atau bahkan pergi keluar negeri dan melakukan homeschool di sana.

Lebih efektif mana belajar bahasa Inggris dengan tinggal dan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut !

Kembali ke atas halaman

Mitos Homeschool : anak-anak homeschool tidak bersosialisasi

Fakta :

Anak-anak homeschool punya lebih banyak waktu untuk bersosialisasi karena mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk hal-hal administratif di sekolah. Mereka punya lebih banyak waktu untuk kenal dekat dengan temannya, tetangga, dan keluarga homeschool lain.

Mereka bisa saja terlihat tidak mempunyai teman sebanyak anak lain, tapi mereka mempunyai lebih banyak teman dekat. Di sekolah, anak-anak terlihat seperti mempunyai teman banyak, tapi sebagian besar mereka hanya kenal nama. Bukan teman dekat.

Anak-anak homeschool mempunyai lebih banyak waktu bersama orangtua dan saudaranya, dan ini mendukung terjalinnya keluarga yang lebih erat.

Tahun 1989, Linda Montgomery, kepala sekolah sebuah SMU privat, adalah yang pertama mengamati anak-anak homeschool yang beranjak dewasa. Pengamatannya menunjukkan bahwa anak-anak homeschool yang berusia 10 - 21 tahun aktif terlibat pada kegiatan anak muda, kegiatan gereja, mempunyai pekerjaan, olahraga, les musik (4).

Dr. Brian Ray sudah mempelajari gerakan homeschool selama hampir 20 tahun dan dikenal secara internasional. Ray mengatakan "Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak homeschool perkembangannya paling sedikit sama, bahkan sering lebih baik, daripada mereka yang sekolah (1)."

Salah satu penelitian Ray adalah yang terbesar yang mencakup orang dewasa di Amerika yang dulunya homeschool. Pada penelitian ini Ray menyimpulkan bahwa anak-anak homeschool aktif terlibat dalam komunitasnya, toleran terhadap yang lain dan mengetahui masalah-masalah terkini dalam komunitasnya.

Penelitian lain oleh Shyers menunjukkan bahwa satu-satunya masalah interaksi sosial anak yang membedakan anak sekolah dan anak homeschool adalah anak sekolah mempunyai lebih banyak masalah perilaku (6).

Kembali ke atas halaman

Mitos Homeschool : Anak-anak homeschool tidak hidup di dunia nyata dengan masyarakat umum

Fakta :

Anak-anak homeschool hidup di dunia nyata. Mereka masih hidup dalam dunia yang sama, lingkungan yang sama, dengan masyarakat yang sama. Di lain pihak, sekolah justru merupakan dunia sendiri, dengan orang-orang dalam satu kelas yang semua berumur sama.

Anak-anak homeschool lebih dekat dengan orangtuanya dan lebih terlibat dalam hal-hal yang dikerjakan oleh orangtuanya, termasuk agenda sosial politik orangtua.

Mitos Homeschool : Anak-anak homeschool tidak bisa mengikuti tes

Fakta :

Pada tanggal 16 November, 1990, National Home Education Research Institute (NHERI) mengeluarkan laporan pertamanya mengenai 1560 keluarga homeschool.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk siswa TK - SMU, "Untuk tes standar, anak-anak homeschool terdapat pada atau di atas percentile 80 di bidang membaca, mendengar, bahasa, matematika, pengetahuan alam, pengetahuan sosial." Rata-rata pada sekolah adalah percentile 50. Tambahan lagi, pada keluarga yang tidak melaporkan anak-anaknya yang homeschool, untuk bahasa dan membaca anak-anak tersebut jauh di atas anak sekolah dan sedikit lebih baik dari anak homeschool lain.

Studi yang dilakukan oleh Jones dan Gloeckner menyebutkan tiga studi lain (Gray, 1998; Jenkins, 1998; Mexcur, 1993) yang menunjukkan anak-anak homeschool lebih baik atau sama dengan anak sekolah pada level universitas (3).

Studi lain oleh Oliveira, Watson dan Sutton menemukan anak-anak homeschool mempunyai cara berfikir lebih kritis daripada anak sekolah negeri dan anak sekolah swasta, walaupun perbedaannya tidak signifikan (8).

Dari nilai SAT dan ACT (tes standar di Amerika) telah menunjukkan bahwa selama beberapa tahun nilai anak-anak homeschool lebih baik dibanding anak sekolah. Sebagai contoh, tahun ajaran 1999-2000, anak-anak homeschool mencetak nilai rata-rata 568 untuk tes verbal, sedangkan anak sekolah mencetak nilai rata-rata 501. Demikian juga untuk matematika, 532 pada anak-anak homeschool dan 510 pada anak sekolah (9).

Kembali ke atas halaman

Mitos homeschool : Anak-anak homeschool tidak bisa masuk universitas.

Fakta :

Studi yang dilakukan Irene Prue terhadap mereka yang berkecimpung dalam proses penerimaan mahasiswa baru menunjukkan bahwa anak-anak homeschool siap secara akademis, emosional, dan sosial, untuk sukses di universitas (10). Beberapa universitas bahkan sangat menyukai anak-anak homeschool sehingga mereka telah secara aktif mencari anak-anak homeschool untuk menjadi mahasiswa mereka (contoh : Boston University, Nyack College)(1). Bagian penerimaan mahasiswa di Stanford University menyatakan bahwa anak-anak homeschool mempunyai 'vitalitas intelektual' dalam jumlah yang lebih banyak (11). Anak-anak homeschool memasuki universitas lebih banyak dibandingkan angka rata-rata nasional(2).

Mitos homeschool : Orangtua harus mempunyai sertifikat guru

Fakta :

Studi mengenai Pendidikan berbasis rumah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada kemampuan membaca, matematika atau bahasa anak, berdasarkan status sertifikasi orangtua (kedua orangtua mempunyai sertifikat, hanya satu orangtua yang bersertifikat, atau keduanya tidak mempunyai sertifikat).

Temuan studi ini tidak mendukung ide yang menyatakan bahwa orangtua memerlukan pelatihan sebagai guru untuk menjamin suksesnya pendidikan akademis anak-anak mereka. Anak-anak pada keluarga homeschool dengan pendapatan rendah yang orangtuanya hanya memiliki pendidikan rendah, tetap mempunyai nila rata-rata diatas nilai rata-rata nasional (1,2). Rata-rata jadwal mengajar diberikan oleh Ibu (88%) dan ayah (10%) (12). Rata-rata jenjang pendidikan Ibu anak-anak homeschool adalah : Kurang dari ijazah SMU = 2%, ijazah SMU = 32%, universitas (tidak lulus) = 31%, gelar sarjana = 27%, gelar paska sarjana = 8% (12). Rata-rata jenjang pendidikan untuk ayah anak-anak homeschool adalah : kurang dari ijazah SMU = 3%, ijazah SMU = 24%, universitas (tidak lulus) = 22%, gelar sarjana = 29%, paska sarjana = 21% (12).

Kembali ke atas halaman

Mengapa semua mitos homeschool ini terjadi ?

Ada beberapa kemungkinan penyebab salah informasi yang menjadi mitos homeschool tersebut :

  • Banyak guru dan pendidikan konvensional yang tidak melakukan riset sendiri mengenai homeschool atau pendidikan alternatif lainnya
  • Banyak orang yang takut atau tidak suka kepada pendidikan alternatif yang belum banyak dikenal (lebih mudah mengulang atau mempercayai informasi yang salah mengenai homeschool daripada mencari sendiri kebenaran mengenai homeschool tersebut)
  • Banyak orang merasa bahwa tidak memasukkan anak ke sekolah adalah tidak demokratis, dengan alasan akan susah mengajarkan norma sosial yang sama jika sebagian anak homeschool. Ironisnya, justru kepercayaan inilah yang sangat tidak demokratis, bahwa semua orang harus memiliki norma yang sama.

References :

  1. Dr. Brian Ray (2004). Homeschoolers on to College: What Research Shows us; ERIC database, 2006
  2. Ray, Brian Dr. (2004). Home Educated and Now Adults, National Home Education Research Institute
  3. Jones, Paul & Gloeckner, Gene (2004 Spring). The Journal of College Admission, No. 183, 17-20
  4. Montgomery, Linda (1989). Home School Researcher, 5(1), 1-10
  5. National Home Education Research Institute (NHERI) (1990). A Nationwide Study of Home Education: Family Characteristics, Legal Matters, and Student Activities
  6. Shyers, Larry E. (1992). Home School Researcher, 8(3), 1-8
  7. Sheffer, Susannah. (1995). A Sense of Self: Listening to Homeschooled Adolescent Girls; Publishers, Heinemann
  8. Galloway, Rhonda A., & Sutton, Joe P. (1997). College Success of Students From Three High School Setting: Christian School, Home School and Public School. A paper presented at the annual meeting of the National Christian Home Educators Leadership Conference, Boston, MA, 1997
  9. Barber, Geoff. (2001). Personal communication via fax with Dr. Brian Ray and Geoff Barber, of the Educational Testing Service
  10. Prue, Irene. (1997). A nation-wide survey of admissions personnel’s knowledge, attitudes, and experiences with home schooled applicants. Doctoral dissertation, University of Georgia, Athens
  11. Foster, Christine. (2000 Nov-Dec). In a class by Themselves; Stanford Magazine
  12. Home School Legal Defense Association. (Dec. 1990). A Nationwide Study of Home Education


Bila anda mencari informasi mengenai menghindari pengaruh negatif, atau kesempatan bersama anak sepanjang hari, maka itu bukanlah mitos homeschool. Hal tersebut adalah alasan orang homeschool. Dan bila anda tau mitos lain seputar homeschool, kontak saya dan saya akan cantumkan disini.



Sitemap | Tentang saya | Kontak | Cari
Hall of Fame | Preschool Theme