|
Sekolah Impian
English
Liburan kemarin kami berkesempatan menjadi murid tamu di sebuah sekolah yang ternyata merupakan sekolah impian saya. Selama 2 bulan Don menjadi murid tamu di Sekolah Alam, 3 hari seminggu. Tadinya saya mengira Sekolah Alam tidak akan berbeda jauh dari sekolah yang lain. Ternyata malah menjadi sekolah impian saya.
Sekolah Alam pada dasarnya merupakan sekolah di alam. Tidak ada ruang-ruang kelas dari batu bata. Proses pengajaran dilakukan di saung. Lebih banyak lagi proses pengajaran yang dilakukan di luar kelas, atau di alam, bercampur bersama pepohonan, rumput, empang, pasir, binatang. Benar-benar sekolah impian.
Kemudian saya mulai mengetahui kurikulum dan metode pengajaran mereka. Sangat dekat dengan konsep homeschooling saya sehingga menjadi seperti sebuah homeschooling center dimana orangtua bisa melakukan homeschool bersama-sama.
Kenapa sekolah impian ? Karena penekanannya bukan pada nilai tetapi pada tingkah laku dan proses pembelajaran. Jadi tidak ada tes, tidak ada nilai, tidak ada ranking. Murid-murid ‘dinilai’ oleh guru-guru mereka melalui interaksi setiap hari. Karena penekanannya bukan pada nilai, anak-anak berkebutuhan khusus pun bisa masuk disini. Ada murid autis, ADHD, bahkan down syndrome.
Tambahan lagi, banyak kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui praktek langsung. Karena sekolah ini lebih mirip sebuah kebun besar dengan pohon-phon dan rumput, sekolah menjadi seperti laboratorium hidup. Murid-murid belajar matematika, ilmu pengetahuan alam dan ilmu lain, langsung dari lingkungan mereka.

Walaupun sebelum sampai di sana saya sudah menetapkan untuk mencoba sekolah itu, saya masih ingin memberikan kesempatan kepada Don untuk memilih sendiri sekolahnya. Jadi kami mendatangi beberapa sekolah lain. Don senang dengan tempat bermain dan perpustakaan sekolah, tapi dia tidak mau masuk ke dalam kelas.
Di Sekolah Alam, Don langsung suka pada tempatnya. Begitu kita masuk ke halaman sekolah, dia bertanya
“Ini sekolah ?” (memang tidak terlihat seperti sekolah, lebih seperti kebun)
“Ya, ini sekolah.”
“Wow. Aku mau sekolah di sini. Itu apa ?” (dia menunjuk pada tali yang bergantungan pada pohon)
“Yang itu rumah pohon. Kalau talinya, mungkin buat main-main, seperti flying fox yang dulu kamu pernah coba.”
“Aku mau !!” (dia loncat-loncat saking senangnya.)
Setelah itu Don benar-benar suka dengan Sekolah Alam. Dia inginnya sekolah tiap hari, bukan hanya 3 hari seminggu. Bahkan sering dia tidak mau pulang. “Belum selesai, masih main nih.” Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia belajar di sekolah, dia selalu mengatakan bermain. Ternyata hampir semua anak di Sekolah Alam mengatakan mereka bermain di sekolah, bukan belajar (tentunya untuk anak-anak yang masih kecil).
Tentu saja mereka belajar, hanya cara belajarnya yang memang sangat menyenangkan sehingga lebih seperti bermain. Benar-benar sekolah impian. Anak-anak kecil yang pergi ke Sekolah Alam benar-benar seperti pergi untuk bermain bersama. Mereka hanya main sepanjang hari. Tapi guru-guru mereka bekerja keras untuk membuat permainan itu menjadi proses pembelajaran.
Bagaimana guru-gurunya ? Wah seandainya anda bisa melihat sinar mata mereka setiap kali mereka menjawab pertanyaan saya, kenapa mereka senang menjadi guru di sekolah itu. “Wah susah diungkapkan deh. Amazing !!” Memang sekolah impian, bukan hanya untuk murid tapi juga untuk guru.
Mereka mempunyai kurikulum sendiri yang mereka sebut spider web, atau tematik. Jadi misalnya minggu ini belajar tentang ikan. Ada matematika, bahasa, ilmu pengetahuan alam dan mata pelajaran lain yang semua terkait denga tema ikan. Jadi sangat berbeda dengan sekolah konvensional. Dan metode ini bekerja karena apa pun yang dipelajari, murid-murid dapat langsung melihatnya, bukan hanya teori.
Mereka mempunyai empang di sekolah tersebut. Ada ikannya. Jadi mereka bisa menghitung ikan, menghitung makanan ikan, belajar jenis-jenis ikan, belajar siklus hidup ikan, apa yang terjadi kalau ikan itu dijual. Jadi ada pembelajaran dari semua mata pelajaran.

Sekolah impian saya. Sangat dekat dengan ide homeschooling saya. Memupuk rasa cinta belajar, menerima cara belajar yang berbeda, bahkan anak berkebutuhan khusus. Tidak ada tes yang dilakukan hanya untuk memberi nilai pada anak.
Itu satu hal lagi yang saya suka. Guru-guru sangat mengenal murid-muridnya. Sehingga bila ada tes, guru sudah mengetahui kemampuan muridnya. Satu saat saya melihat beberapa guru mondar-mandir menemui murid-murid, beberapa saat setelah tes.
Ternyata ada beberapa murid yang tidak mengisi pertanyaan pada tes. Sang guru tahu bahwa si murid sebenarnya bisa menjawab pertanyaan tersebut, hanya si murid memang masih belum bisa menulis banyak. Akhirnya sang guru menemani si murid untuk pelan-pelan menuliskan jawaban tersebut.
Menakjubkan kan ? Itu baru namanya memupuk rasa cinta belajar. Kita tidak kena penalti karena tesnya jelek, karena guru sudah tahu kemampuan kita. Jadi kita bisa konsentrasi belajar dan tidak bingung-bingung menghafalkan hanya karena ingin lulus ujian. Benar-benar sekolah impian.
Tes yang dilakukan biasanya hanya merupakan formalitas, sehingga bila ada orangtua yang perlu pindah, murid-murid mempunyai rapor yang berisi angka, bukan hanya senyum.
Rapor mereka memang biasanya hanya berisi senyum dan tulisan. Rapor merupakan laporan perkembangan anak dari sang guru. Contohnya, guru akan memberikan senyum (dari senyum sampai tertawa) apakah sang murid masih perlu banyak bantuan dalam topik ikan tersebut, atau sudah mandiri.
Karena Sekolah Alam, jadi banyak kegiatan alamnya. Ada jalan-jalan ke pantai, hutan, gunung, industri rumah tangga, percetakan, pelabuhan, macam-macam. Dan bukan sekedar jalan-jalan, banyak proses pembelajaran yang dilakukan.
Ketika pergi ke pantai atau hutan atau gunung, murid-murid belajar mengenai tempat tersebut, binatang dan tanamannya. Tentang masyarakat setempat dan mata pencarian mereka. Ada juga hiking, ke air terjun, ke gua, pokoknya tidak pernah lupa untuk bersenang-senang.
Kegiatan lain yang juga menarik adalah Outbound, dilakukan setiap 2 minggu. Ini jauh lebih menarik daripada olahraga biasa.
Outbound ini biasanya diadakan 1 hari penuh. Pagi-pagi dimulai dengan senam. Senamnya pun lebih menyenangkan, dengan lagu-lagu lucu dan gerakan-gerakan yang asyik untuk anak-anak kecil. Anak-anak suka sekali. Mereka senam sambil tertawa-tawa.
Kemudian mereka istirahat sebentar dan bersiap-siap untuk Outbound. Ada flying fox, twin bridge, ah pokoknya macam-macam yang istilahnya saya sendiri lupa.
Menyenangkan ! Kelihatanya memang sedikit menakutkan, anak-anak kecil melakukan outbound. Tapi ternyata mereka bisa dan mereka senang melakukannya, plus aman, karena peralatan lengkap dan ada ahlinya juga.
Karena Don di kelas TK dan saya sebagian besar mengamati TK sampai kelas 4, semua yang saya ceritakan tadi berlaku untuk anak-anak yang lebih muda. Untuk anak-anak yang kelasnya lebih tinggi, agak lebih berbeda. Yang pasti mereka sudah sadar bahwa belajar itu penting, jadi tidak terlalu banyak permainan pun mereka sudah senang belajar.
Formatnya masih sama, tematik dan banyak jalan-jalannya, praktek langsung dan lain-lain. Jadi masih sekolah impian juga, hanya murid-muridnya lebih besar. Mereka sudah menyadari bahwa kalau ada tes, tidak selamanya bisa mengharapkan guru mengerti bahwa mereka lagi malas menulis atau semacamnya.

Kelas yang lebih tinggi memang lebih menantang tapi saya tidak bisa menulis banyak karena takut salah. Tapi memang sama saja menyenangkan. Satu hal yang mengagumkan adalah bahwa kelas 6 harus melakukan science project untuk bisa naik kelas.
Dari yang paling sederhana (akibat terlalu banyak menonton TV) sampai yang rumit (berbagai macam cara membuat virgin coconut oil). Yang lebih memukau saya adalah usaha murid-murid (dan guru yang membantu mereka). Benar-benar menantang tapi dukungan yang diperlukan benar-benar tersedia.
Jadi kenapa sekolah impian ? Karena sangat dekat dengan ide homeschooling saya. Memupuk rasa cinta belajar, menerima cara belajar yang berbeda, menekankan pada tingkah laku dan proses pembelajaran, bukan nilai, dan bertempat di kebun besar.
Informasi lebih lanjut mengenai Sekolah Alam
www.sekolahalam.org
Klik untuk melihat
foto-foto sekolah impian
Ke Depan
Sitemap | Tentang saya | Kontak | Cari
Hall of Fame | Preschool Theme
|